Sabtu, 01 Oktober 2016

My Esai

TEKNIK DAKWAH SANG PENAKLUK ANGIN

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah Kapita Selekta Dakwah semester lima dengan dosen pengampu KH. Ridho Sudianto, M.Sy.I






Oleh:
Arina Manasikana




PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN PRENDUAN

SUMENEP MADURA
2016 M/ 1437 H






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Agama Islam merupakan agama yang Rahmatan Lil Aalamien. Allah memerintahkan kepada setiap muslim untuk berdakwah di jalan Allah SWT dengan tujuan menyebarkan agama Islam seluas-luasnya. Islam merupakan agama yang mencintai kedamaian, sehingga tidak ada pemaksaan dalam hal memeluk agama Islam.
Dalam Islam kita kenal istilah nabi dimana nabi tersebut bertugas untuk menyeruka agama Islam kepada kaumnya, dan terdapat 25 nabi yang wajib diketahui oleh umat Islam. Setiap nabi memiliki metode yang berbeda-beda dalam menyerukan agama Islam.
Al-Qur’an menyuruh kita untuk mempelajari sejarah umat Islam terdahulu, terutama kisah-kisah para nabi kita dengan tujuan agar kita dapat mengambil berbagai macam pelajaran yang dapat menjadi bekal kita selama hidup di dunia.      
Nabi Sulaiman merupakan salah satu nabi yang diberikan keistimewaan diantara para nabi yang lainnya, yaitu dapat berbicara dengan hewan dan juga dapat memerintahkan angin. Nabi Sulaiman juga merupakan seorang nabi yang memiliki kekayaan luar biasa serta menjadi seorang raja yang agung pada masa itu dimana beliau dikenal sebagai raja yang baik, adil serta bijaksana, sehingga ia memiliki metode kepemimpinan yang bagus.
Maka dari itu, sudah seharusnya kita bisa meniru metode kepemimpinan beliau dalam kehidupan ini serta dalam menyebarkan agama Islam.
B.     Rumusan Masalah
Pada makalah ini, penulis menuliskan masalah dalam tiga permasalahan:
1.      Bagaimana kisah hidup nabi Sulaiman dengan ayahandanya?
2.      Bagaimana metode kepemimpinan nabi Sulaiman dalam memerintah kerajaannya?
3.      Bagaimana cara nabi Sulaiman berdakwah kepada ratu Balqis?


BAB II
PEMBAHASAN
A.   Nabi Sulaiman Penerus Nabi Dawud As.
Nabi sulaiman merupakan anak dari nabi Dawud As dimana kedua nabi ini diberi keistimewaan oleh Allah yaitu sifat kenabian dan sifat kerajaan. Allah menganugrahkan kerajaan serta ilmu kepada kedua nabi terseut dimana nabi Dawud diberikan ilmu berupa kepandaian dalam membuat baju besi, sedangkan nabi Sulaiman diberikan kepandaian untuk memahami bahasa binatang. Selain itu Allah juga menundukkan angin untuk bergerak dibawah perintah nabi Sulaiman serta jin dan burung. Sehingga nabi Sulaiman memiliki bala tentara yang sangat kuat.
Semenjak kecil, nabi Sulaiman sudah melihat bagaimana sang ayah memimpin kerajaan, sehingga ia sudah mengerti sedikit banyak ilmu kepemerintahan. Dalam setiap waktu, nabi SUlaiman juga mendapat banyak nasihat dari ayahnya, namun terkadang ada juga perbedaan pendapat yang terjadi diantara keduanya, seperti yang terjadi dalam pemecahan sebuah masalah berikut ini; pada suatu hari, datanglah dua orang yang berselisihtentang permasalahan yang sedang menimpa mereka. Salah satu dari mereka memiliki lading gandum, sedangkan satunya memiliki peternakan kambing, suatu hari kambing tersebut masuk kedalam ladang dan membuat kerusakan untuk memecahkan masalah tersebut, mereka pergi menemui raja/ nabi Dawud. Beliau berkata kepada pemilik lading untuk mengambil kambingnya satu, namun nabi sulaiman yang masih kecil tidak setuju dengan pendapat ayahnya, beliau berpendapat agar peternak kambing memberikan kambingnya kepada pemilik lading untuk dirawat dan diambil manfaatnya, sedangkan pemilik kambing membenarkan lading yang telah dirusak oleh kambingnya. Dari situ dapat kita lihat bahwa kedua nabi ini memiliki ilmu dan sifat yang bijaksana.

B.   Metode Kepemimpinan Nabi Sulaiman
Sulaiman merupakan sesosok raja yang juga diberi amanah seorang nabi. Beliau terkenal sebagai nabi dan raja yang adil dan bijaksana. Masa kepemimpinan nabi Sulaiman termasuk masa kejayaan. Terdapat 17 pilar kepemimpinan nabi Sulaiman, diantaranya:
1.      Kemampuan komunikasi publik
2.      Kemampuan bahasa asing
3.      Kepemilikan sumber daya yang strategis
4.      Kemampuan manajerial
5.      Tanggung jawab
6.      Natural
7.      Disiplin dan tegas
8.      Loyalitas pada misi kerajaan
9.      Pendengar yang aktif
10.  Cepat tanggap
11.  Musyawarah
12.  Menjunjung tinggi moralitas
13.  Ketangguhan militer
14.  Kecerdasan
15.  Kreatif
16.  Kemampuan diplomasi
17.  Arif dan bijaksana
Ketujuh belas pilar kepemimpinan tersebut merupakan hal-hal yang dimiliki oleh nabi Sulaiman selama ia memerintah di kerajaannya dan hal tersebut sudah terbukti mampu membuat kerajaan nabi Sulaiman menjadi kerajaan yang adil, makmur, dan tentram. Selain ketujuh belas pilar tersebut, ada hal wajib lainnya dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu rasa percaya diri serta keimanan kepada Allah SWT karena semua ini adalah milik Allah SWT

C.   Penaklukan Hati Ratu Balqis
Terdapat lima pesona yang membuat ratu Balqis mau bertekuk lutut dan beriman kepada Allah SWT. Pesona pertama ialah kata-kata lembut nabi Sulaiman As saat meminta ratu Balqis untuk menyerahkan diri. Beliau tidak membuatnya tersinggung sama sekali, bahkan beliau memujinya di depan para pembesar negeri Saba. Hal ini diabadikan oleh Allah dalam QS: 27 (29-30)
Pesona kedua ialah saat nabi Sulaiman menolak hadiah dari rat Balqis. Kebanyakan penguasa negeri merasa senang jika diberi hadiah.
Pesona ketiga ialah: sifat dan perlakuan baik nabi Sulaiman kepada para utusan dan terdengar berita yang baik-baik di negeri Saba sehingga membuat ratu Balqis tertarik untuk mengunjungi nabi Sulaiman.
Pesona keempat ialah ketikan ratu Balqis melihat singgasananya berada di istana nabi Sulaiman. Kejadian itu membuat ratu Balqis sangat takjub. Hal ini diabadikan pula dalam Al-Quran QS: 27 (42).
Pesona kelima ialah ketika nabi Sulaiman bisa membuat ratu Balqis yang terkenal sebagai ratu yang memimpin negeri yang kaya dan makmur itu menjadi terlihat ndeso saat berada di istana nabi Sulaiman.
Dari kelima pesona tersebut dapat kita Tarik kesimpulan bahwa metode dakwah nabi Sulaiman adalah dengan kata-kata yang lembut, kecukupan hati, tidak serakah, kehalusan budi, ketinggian ilmu, dan keunggulan obsesi





BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Agama Islam merupakan agama yang cinta kedamaian, kita sebagai muslim yang taat sudah seharusnya membantu dalam menyebarkan agama Islam ke seluruh penjuru dunia, dalam menyebarkan agama Islam kita harus menggunakan cara yang baik tanpa adanya kekerasan.
Nabi Sulaiman merupakan nabi yang menyebarkan agama Islam dengan jalan damai, terdapat 17 pilar dan lima pesona yang dimiliki oleh nabi Sulaiman dalam memerintah di kerajaannya.