TEKNIK DAKWAH SANG PENAKLUK ANGIN
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata
kuliah Kapita Selekta Dakwah
semester lima dengan dosen pengampu KH. Ridho
Sudianto, M.Sy.I
Oleh:
Arina Manasikana
PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN
ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT DIROSAT ISLAMIYAH AL-AMIEN
PRENDUAN
SUMENEP MADURA
2016 M/ 1437 H
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Agama Islam merupakan
agama yang Rahmatan Lil Aalamien. Allah memerintahkan kepada setiap muslim untuk berdakwah di jalan Allah
SWT dengan tujuan menyebarkan agama Islam seluas-luasnya. Islam merupakan agama
yang mencintai kedamaian, sehingga tidak ada pemaksaan dalam hal memeluk agama
Islam.
Dalam Islam kita kenal
istilah nabi dimana nabi tersebut bertugas untuk menyeruka agama Islam kepada
kaumnya, dan terdapat 25 nabi yang wajib diketahui oleh umat Islam. Setiap nabi
memiliki metode yang berbeda-beda dalam menyerukan agama Islam.
Al-Qur’an menyuruh kita
untuk mempelajari sejarah umat Islam terdahulu, terutama kisah-kisah para nabi
kita dengan tujuan agar kita dapat mengambil berbagai macam pelajaran yang
dapat menjadi bekal kita selama hidup di dunia.
Nabi Sulaiman merupakan
salah satu nabi yang diberikan keistimewaan diantara para nabi yang lainnya,
yaitu dapat berbicara dengan hewan dan juga dapat memerintahkan angin. Nabi
Sulaiman juga merupakan seorang nabi yang memiliki kekayaan luar biasa serta
menjadi seorang raja yang agung pada masa itu dimana beliau dikenal sebagai
raja yang baik, adil serta bijaksana, sehingga ia memiliki metode kepemimpinan
yang bagus.
Maka dari itu, sudah
seharusnya kita bisa meniru metode kepemimpinan beliau dalam kehidupan ini
serta dalam menyebarkan agama Islam.
B.
Rumusan Masalah
Pada makalah ini, penulis menuliskan masalah dalam
tiga permasalahan:
1. Bagaimana kisah hidup nabi Sulaiman dengan
ayahandanya?
2. Bagaimana metode kepemimpinan nabi Sulaiman dalam
memerintah kerajaannya?
3. Bagaimana cara nabi Sulaiman berdakwah kepada ratu
Balqis?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Nabi Sulaiman Penerus Nabi Dawud As.
Nabi sulaiman merupakan
anak dari nabi Dawud As dimana kedua nabi ini diberi keistimewaan oleh Allah
yaitu sifat kenabian dan sifat kerajaan. Allah menganugrahkan kerajaan serta
ilmu kepada kedua nabi terseut dimana nabi Dawud diberikan ilmu berupa
kepandaian dalam membuat baju besi, sedangkan nabi Sulaiman diberikan
kepandaian untuk memahami bahasa binatang. Selain itu Allah juga menundukkan
angin untuk bergerak dibawah perintah nabi Sulaiman serta jin dan burung.
Sehingga nabi Sulaiman memiliki bala tentara yang sangat kuat.
Semenjak kecil, nabi
Sulaiman sudah melihat bagaimana sang ayah memimpin kerajaan, sehingga ia sudah
mengerti sedikit banyak ilmu kepemerintahan. Dalam setiap waktu, nabi SUlaiman
juga mendapat banyak nasihat dari ayahnya, namun terkadang ada juga perbedaan
pendapat yang terjadi diantara keduanya, seperti yang terjadi dalam pemecahan
sebuah masalah berikut ini; pada suatu hari, datanglah dua orang yang
berselisihtentang permasalahan yang sedang menimpa mereka. Salah satu dari
mereka memiliki lading gandum, sedangkan satunya memiliki peternakan kambing,
suatu hari kambing tersebut masuk kedalam ladang dan membuat kerusakan untuk
memecahkan masalah tersebut, mereka pergi menemui raja/ nabi Dawud. Beliau
berkata kepada pemilik lading untuk mengambil kambingnya satu, namun nabi
sulaiman yang masih kecil tidak setuju dengan pendapat ayahnya, beliau
berpendapat agar peternak kambing memberikan kambingnya kepada pemilik lading
untuk dirawat dan diambil manfaatnya, sedangkan pemilik kambing membenarkan
lading yang telah dirusak oleh kambingnya. Dari situ dapat kita lihat bahwa
kedua nabi ini memiliki ilmu dan sifat yang bijaksana.
B.
Metode Kepemimpinan Nabi Sulaiman
Sulaiman merupakan
sesosok raja yang juga diberi amanah seorang nabi. Beliau terkenal sebagai nabi
dan raja yang adil dan bijaksana. Masa kepemimpinan nabi Sulaiman termasuk masa
kejayaan. Terdapat 17 pilar kepemimpinan nabi Sulaiman, diantaranya:
1. Kemampuan komunikasi publik
2. Kemampuan bahasa asing
3. Kepemilikan sumber daya yang strategis
4. Kemampuan manajerial
5. Tanggung jawab
6. Natural
7. Disiplin dan tegas
8. Loyalitas pada misi kerajaan
9. Pendengar yang aktif
10. Cepat tanggap
11. Musyawarah
12. Menjunjung tinggi moralitas
13. Ketangguhan militer
14. Kecerdasan
15. Kreatif
16. Kemampuan diplomasi
17. Arif dan bijaksana
Ketujuh belas pilar
kepemimpinan tersebut merupakan hal-hal yang dimiliki oleh nabi Sulaiman selama
ia memerintah di kerajaannya dan hal tersebut sudah terbukti mampu membuat
kerajaan nabi Sulaiman menjadi kerajaan yang adil, makmur, dan tentram. Selain
ketujuh belas pilar tersebut, ada hal wajib lainnya dimiliki oleh seorang
pemimpin, yaitu rasa percaya diri serta keimanan kepada Allah SWT karena semua
ini adalah milik Allah SWT
C.
Penaklukan Hati Ratu Balqis
Terdapat lima pesona
yang membuat ratu Balqis mau bertekuk lutut dan beriman kepada Allah SWT.
Pesona pertama ialah kata-kata lembut nabi Sulaiman As saat meminta ratu Balqis
untuk menyerahkan diri. Beliau tidak membuatnya tersinggung sama sekali, bahkan
beliau memujinya di depan para pembesar negeri Saba. Hal ini diabadikan oleh
Allah dalam QS: 27 (29-30)
Pesona kedua ialah saat
nabi Sulaiman menolak hadiah dari rat Balqis. Kebanyakan penguasa negeri merasa
senang jika diberi hadiah.
Pesona ketiga ialah:
sifat dan perlakuan baik nabi Sulaiman kepada para utusan dan terdengar berita
yang baik-baik di negeri Saba sehingga membuat ratu Balqis tertarik untuk
mengunjungi nabi Sulaiman.
Pesona keempat ialah
ketikan ratu Balqis melihat singgasananya berada di istana nabi Sulaiman.
Kejadian itu membuat ratu Balqis sangat takjub. Hal ini diabadikan pula dalam
Al-Quran QS: 27 (42).
Pesona kelima ialah
ketika nabi Sulaiman bisa membuat ratu Balqis yang terkenal sebagai ratu yang
memimpin negeri yang kaya dan makmur itu menjadi terlihat ndeso saat berada di istana nabi Sulaiman.
Dari kelima pesona
tersebut dapat kita Tarik kesimpulan bahwa metode dakwah nabi Sulaiman adalah
dengan kata-kata yang lembut, kecukupan hati, tidak serakah, kehalusan budi,
ketinggian ilmu, dan keunggulan obsesi
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Agama Islam merupakan
agama yang cinta kedamaian, kita sebagai muslim yang taat sudah seharusnya
membantu dalam menyebarkan agama Islam ke seluruh penjuru dunia, dalam
menyebarkan agama Islam kita harus menggunakan cara yang baik tanpa adanya
kekerasan.
Nabi Sulaiman merupakan
nabi yang menyebarkan agama Islam dengan jalan damai, terdapat 17 pilar dan
lima pesona yang dimiliki oleh nabi Sulaiman dalam memerintah di kerajaannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar